Jumat, 30 Desember 2016

Mangapa Saya Memilih Weebly

Perkenalan terhadap weebly.

Weebly adalah sebuah sarana untuk membuat website gratis. Menggunakan format widget, memungkinkan pengguna untuk membuat halaman dengan hanya beberapa klik, menyeret dan menjatuhkan elemen halaman yang berbeda (gambar, teks, atau konten interaktif, dll) ke halaman dan mengisi konten. Situs ini diciptakan oleh David Rusenko, Dan Veltri, dan Chris Fanini, dan semua yang menghadiri Penn State untuk gelar sarjana. Weebly pernah masuk dalam majalah Time sebagai Situs Keempat terbaik dari lima puluh situs pada tahun 2007.Jadi kalau kita simpulkan Weebly adalah situs sarana penyedia domain domain gratis. Simpelnya seperti blogspot gitulah.

curhatku


Akhir-akhir ini rasanya nafas ga sebebas dulu, tidur pun yang aslinya 6 jam berasa 2jam, sehari yang 12jam, terasa 4jam...segitu stres kah diriku? hahaha lebeh deh... ya, memsuki awal semster 2 rasanya bahagia sekali “waktu kuliah berkurang 3,5 tahun lagi” tapi ternyata semakin kesini semakin berat tantangan kuliah. Ahh... malu rasanya jika disebut wahasiswa, kenapa malu? Karena saya merasa saya tidak bisa apa-apa. Ilmu yang saya dapatkan belum bisa ku aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari *di masyarakat* akan ku coba..ku coba dan ku coba...
Jadi ingat kata bapak saya “kuliah hanya mendapat materi, praktik nya kamu aplikasikan di masyarakat” ah bapak...maaf jika anakmu ini belum bisa melaksanakan kata-katamu. Saya masih memikirkan malu daripada prestasi, ah papa....
Tugas..tugas..tugas... kuliah identik dengan TUGAS, g afdhol sepertinya jika dosen masuk sebelum keluar tidak memberi tugas, selalu...dan selalu memberi tugas.
Tugas sudah menjadi makan sehari-hari, sehari tak ada tugas rasanya aneh..
.. terimakasih dosen-dosen ku yang baik, selalu memberi tugas
Begadang..begadang..begadang...itu yang saya lakukan setiap malam mengerjakan tugas tentunya, dan begadang pun terasa beruntung jika begadang ada pertandingan bola apalagi jika ada chelsea, liverpool, atau MU.. ahh sudahlah, begadang ditemani acara bola + kopi yang dicampur jahe, ahhha... mancaaap.. *mancap apa mantap sih?* hihihi...
Dengan mengerjakan tugas waktu terasa lebih berharga, ini lebih baik dripada saya menonton infotainment, atau melihat perdebatan pembangunan gedung baru, SELAMAT SORE
Nb: sebenernya nulis ini ketika mengerjakan tugas,ahhha blog saya jadikan obat jenuh
Tas Batam

Perempuan


Agak bingung berawal darimana, terlalu panjang. Oke deh kali ini ga mau cerita tentang saya, tapi lebih ke perempuan pada umumnya. Ini entah efek akhir-akhir ini sering baca buku yang berbau feminis, dan suka dicurhatin. Darimana pun inspirasinya semoga bermanfaat. 
Perempuan ........
Perempuan itu sensitif
Perempuan itu penyayang
Perempuan itu mudah memaafkan
Perempuan itu kalau sakit ditahan-tahan
Perempuan itu...... Harus dewasa.
Dan saya tidak punya yang yang terakhir itu. Daripada ngaku punya tapi sama sekali ga dewasa, cari aman aja, saya tidak atau kurang dewasa.

Yes, perempuan itu sensitif, and i think lelaki tahu itu, cuman suka pura-pura ga tau saja. Dan meski sensitif, tetep aja harus ngalah, luar biasa kan? 
Well, communication is number one. Perempuan itu meski cuek tapi selalu ingin diperhatikan, mulai dari hal kecil. Minimal sehari dapet sms, and says "Heeeiiiii where r u?" 
Perempuan saking sensitifnya ga bisa bilang kalau dia marah, cuma diem dan manyun. Berharap ada yang peka, dan ternyata yang diharepin peka tapi ga peka itu rasanya.. Shiiit ! Hhaaaha
And, perempuan itu butuh kata maaf. Minimal kalau ada yang bersalah, say sorry.. Meski cuma bilang "sorry" ga perlu janji ini itu, karena perempuan itu sudah banyak dapet janji yang belum ditepati, apa itu? Ga tau lahh..

Perempuan itu penyayang.
Perempuan itu kalau bertindak suka pakai perasaan, kalau ini takut itu kalau itu takut ini. Sungguh, maha besar karunia Tuhan kepada perempuan yang memberikan naluri ibu berupa kasih sayang besar. Sudah disakitin berulang-ulang, tetep aja memaafkan. Dengan harapan ada yang mau berubah. 

Perempuan itu mudah memaafkan
Kadang perempuan itu, yang punya salah ga minta maaf juga memaafkan. Apalagi perempuan seperti saya yang tidak bisa berantem sama orang, dan ga bisa marah semarah marahnya sama orang. Paling manyun. Dikasih Cimory juga langsung sembuh.

Perempuan itu kalau sakit ditahan-tahan.
Yang suka sakit pas PMS cung! 
Sakit banget kan? Dan laki-laki tidak bisa merasakan itu. Terlihat sepele tapi susah sih ya ngejelasin sama orang yang belum dan ga akan ngerasain mah kalau kita tuh sakiiiiiit banget haha. Tahan aja. 

Dan terakhir, perempuan itu harus dewasa. Dewasa itu relatif sih ya, gimana pandangan tentang dewasa, kadang suka beda. Yang paling penting, perempuan kadang lebih sering ngalah daripada masalah membesar. Mending jadi damkar yang menyiramkan 'kesejukan'. Kadang perempuan itu kalau sudah ga tahan, cuma bilang 'terserah', dan kamu tahu apa arti terserah dari mulut perempuan? Itu mendadakan ketidakberdayaan perempuan menghadapi itu. 

Sebenarnya simpel banget lho bikin perempuan nyaman, segelas kasih sayang, segelas perhatian, segelas kepercayaan, dan segelas kelembutan. Segelas aja dulu ga banyak-banyak, tapi tiap hari. Kalau dikumpulin nanti jadi banyak kok.

Ini curhat? Bukan. Ini hanya observasi saya pribadi untuk perempuan. 
Jadilah perempuan yang luar biasa, minimal luar biasa untuk diri sendiri jika belum bisa untuk orang lain

orang menjadi dewasa karena belajar


1. Pengertian Belajar
Setiap orang menjadi dewasa karena belajar dan pengalaman selama hidupnya. Belajar pada umumnya dilakukan seseorang sejak mereka ada di dunia ini. Ada beberapa ahli yang mendefinisikan istilah belajar dengan beberapa uraian yang tidak sama. Untuk dapat memahami dan mempunyai gambaran yang luas, berikut ini diberikan beberapa pengertian belajar menurut beberapa ahli :
a. Whittaker, belajar adalah proses tingkah laku yang ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
b. Kimble, belajar adalah perubahan relatif permanen dalam potensi bertindak, yang berlangsung sebagai akibat adanya latihan yang diperkuat.
c. Winkel, belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
d. Sdaffer, belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap, sebagai hasil pengalaman-pengalaman atau praktik.
Berdasarkan definisi di atas dapat dikatakan bahwa, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru sebagai pengalaman individu itu sendiri.
Perubahan yang terjadi setelah seseorang melakukan kegiatan belajar dapat berupa ketrampilan, sikap, pengertian ataupun pengetahuan. Belajar merupakan peristiwa yang terjadi secara sadar dan disengaja, artinya seseorang yang terlibat dalam peristiwa belajar pada akhirnya menyadari bahwa ia mempelajari sesuatu, sehingga terjadi perubahan pada dirinya sebagai akibat dari kegiatan yang disadari dan sengaja dilakukannya tersebut.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Belajar merupakan hal yang kompleks. Apabila ini dikaitkan dengan hasil belajar siswa, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Menurut Suryabrata (1989:142), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi 3, yaitu: faktor dari dalam, faktor dari luar dan faktor instrumen.
Faktor dari dalam yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar yang berasal dari siswa yang sedang belajar. Faktor-faktor ini meliputi :
a. Fisiologi, meliputi kondisi jasmaniah secara umum dan kondisi panca indra. Anak yang segar jasmaninya akan lebih mudah proses belajarnya. Anak-anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya di bawah anak-anak yang tidak kekurangan gizi, kondisi panca indra yang baik akan memudahkan anak dalam proses belajar.
a. Kondisi psikologis, yaitu beberapa faktor psikologis utama yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, bakat, minat, motivasi, emosi dan kemampuan kognitif.
1). Faktor kecerdasan yang dibawa individu mempengaruhi belajar siswa. Semakin individu itu mempunyai tingkat kecerdasan tinggi, maka belajar yang dilakukannya akan semakin mudah dan cepat. Sebaliknya semakin individu itu memiliki tingkat kecerdasan rendah, maka belajarnya akan lambat dan mengalami kesulitan belajar.
2). Bakat individu satu dengan lainnya tidak sama, sehingga menimbulkan belajarnya pun berbeda. Bakat merupakan kemampuan awal anak yang dibawa sejak lahir.
3). Minat individu merupakan ketertarikan individu terhadap sesuatu. Minat belajar siswa yang tinggi menyebabkan belajar siswa lebih mudah dan cepat.
4). Motivasi belajar antara siswa yang satu dengan siswa lainnya tidaklah sama. Adapun pengertian motivasi belajar adalah ”Sesuatu yang menyebabkan kegiatan belajar terwujud”. Motivasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: cita-cita siswa, kemampuan belajar siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya guru membelajarkan siswa.
5). Emosi merupakan kondisi psikologi (ilmu jiwa) individu untuk melakukan kegiatan, dalam hal ini adalah untuk belajar. Kondisi psikologis siswa yang mempengaruhi belajar antara lain: perasaan senang, kemarahan, kejengkelan, kecemasan dan lain-lain.
6). Kemampuan kognitif siswa yang mempengaruhi belajar mulai dari aspek pengamatan, perhatian, ingatan, dan daya pikir siswa.
Faktor dari luar yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar siswa yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini meliputi :
a. Lingkungan alami
Lingkungan alami yaitu faktor yang mempengaruhi dalam proses belajar misalnya keadaan udara, cuaca, waktu, tempat atau gedungnya, alat-alat yang dipakai untuk belajar seperti alat-alat pelajaran.
1). Keadaan udara mempengaruhi proses belajar siswa. Apabila udara terlalu lembab atau kering kurang membantu siswa dalam belajar. Keadaan udara yang cukup nyaman di lingkungan belajar siswa akan membantu siswa untuk belajar dengan lebih baik.
2). Waktu belajar mempengaruhi proses belajar siswa misalnya: pembagian waktu siswa untuk belajar dalam satu hari.
3). Cuaca yang terang benderang dengan cuaca yang mendung akan berbeda bagi siswa untuk belajar. Cuaca yang nyaman bagi siswa membantu siswa untuk lebih nyaman dalam belajar.
4). Tempat atau gedung sekolah mempengaruhi belajar siswa. Gedung sekolah yang efektif untuk belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: letaknya jauh dari tempat-tempat keramaian (pasar, gedung bioskop, bar, pabrik dan lain-lain), tidak menghadap ke jalan raya, tidak dekat dengan sungai, dan sebagainya yang membahayakan keselamatan siswa.
5). Alat-alat pelajaran yang digunakan baik itu perangkat lunak (misalnya, program presentasi) ataupun perangkat keras (misalnya Laptop, LCD).
b. Lingkungan sosial
Lingkungan sosial di sini adalah manusia atau sesama manusia, baik manusia itu ada (kehadirannya) ataupun tidak langsung hadir. Kehadiran orang lain pada waktu sedang belajar, sering kali mengganggu aktivitas belajar. Dalam lingkungan sosial yang mempengaruhi belajar siswa ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) lingkungan sosial siswa di rumah yang meliputi seluruh anggota keluarga yang terdiri atas: ayah, ibu, kakak atau adik serta anggota keluarga lainnya, (2) lingkungan sosial siswa di sekolah yaitu: teman sebaya, teman lain kelas, guru, kepala sekolah serta karyawan lainnya, dan (3) lingkungan sosial dalam masyarakat yang terdiri atas seluruh anggota masyarakat.
Faktor instrumental adalah faktor yang adanya dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Faktor instrumen ini antara lain: kurikulum, struktur program, sarana dan prasarana, serta guru.
Faktor instrumen yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pembelajaran adalah media pembelajaran. Dalam hal ini adalah media komputer dengan memanfaatkan program animasi SWiSH yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
3. Motivasi Belajar
Wlodkowski (dalam Suciati, 2001:52) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, serta yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Sementara Ames dan Ames (Suciati, 2001) menjelaskan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. Menurut definisi ini, konsep diri yang positif akan menjadi motor penggerak bagi kemauan seseorang.
Dalam proses belajar, motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak kesulitan. Motivasi juga ditunjukkan melalui intensitas unjuk kerja dalam melakukan suatu tugas. McClelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar.
Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai model ARCS, yaitu:
a. Attention (Perhatian)
Perhatian peserta didik muncul karena didorong rasa ingin tahu. Oleh sebab itu, rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan, sehingga peserta didik akan memberikan perhatian selama proses pembelajaran. Rasa ingin tahu tersebut dapat dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks.
Apabila elemen-elemen tersebut dimasukkan dalam rencana pembelajaran, hal ini dapat menstimulus rasa ingin tahu peserta didik. Namun, perlu diperhatikan agar tidak memberikan stimulus yang berlebihan, untuk menjaga efektifitasnya.
b. Relevance (Relevansi)
Relevansi menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Motivasi peserta didik akan terpelihara apabila mereka menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang.
Kebutuhan pribadi (basic need) dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu motif pribadi, motif instrumental dan motif kultural. Motif nilai pribadi (personal motif value), menurut McClelland mencakup tiga hal, yaitu (1) kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement), (2) kebutuhan untuk berkuasa (needs for power), dan (3) kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation).
Sementara nilai yang bersifat instrumental, yaitu keberhasilan dalam mengerjakan suatu tugas dianggapm sebagai langkah untuk mnecapai keberhasilan lebih lanjut. Sedangkan niali kultural yaitu apabila tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh kelpmpok yang diacu peserta didik, seperti orang tua, teman, dan sebagainya.
c. Confidence (Percaya diri)
Merasa diri kompeten atau mampu, merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Harapan ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses di masa lampau. Motivasi dapat memberikan ketekunan untuk membawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi untuk mengerjakan tugas berikutnya.
d. Satisfaction (Kepuasan)
Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun luar individu. Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi peserta didik, dapat menggunakan pemberian penguatan (reinforcement) berupa pujian, pemberian kesempatan, dsb.
Tas Batam

Kamis, 15 Desember 2016

Jaket Parka Terbaru 2017

Jaket Parka Keren Dan Murah

artikel bias anda baca di blog tasbatamku.com .ada beberapa artikel yang membahas tentang fashion apalagi tentang jaket parka terbaru 2017
selain jaket parka ada juga celana Blackhawk yang lagi booming
untuk melihat beberapa koleksi dari tas batam bisa anda lihat di Toko Tas Batam